22
Jun
09

” DASAR-DASAR TEKNIK VOKAL ”

” DASAR-DASAR TEKNIK VOKAL ”

1. Perbedaan Bernyanyi Dan Berbicara
Bernyanyi adalah suatu bentuk kegiatan seni untuk mengungkapkan pikiran dan perasan manusia melalui suaranya. Suara itu adalah bunyi yang dihasilkan oleh selaput suara yang bergetar yang terletak dalam kotak selaput suara, digetarkan oleh aliran udara pernafasan dari paru-paru. Suara digunakan manusia untuk berbicara sehari-hari. Aliran udara yang diperlukan untuk berbicara tidak memerlukan teknik pernafasan khusus. Akan tetapi untuk bernyanyi diperlukan udara yang lebih banyak dari jumlah udara untuk berbicara biasa, karena suara yang dihasilkan harus penuh, pada umumnya lebih panjang serta dengan gema yang indah. Udara yang lebih banyak itu dapat menggetarkan selaput suara dengan teratur tetapi tetap hemat.

2. Ungkapan atau Penafsiran Isi Lagu
Ungkapan pikiran dan perasaan manusia melalui kegiatan bernyanyi menggunakan nada dan kata-kata. Kemampuan mengungkapkan dengan kata-kata tidak terdapat dalam musik instrumental atau musik yang menggunakan intrumen musik saja. Melodi yang digunakan dalam bernyanyi termasuk cabang seni musik, sedang kata-katanya tergolong ke dalam seni sastra. Inilah keistimewaan bernyanyi. Jika kita menyanyikan suatu lagu, haruslah diperhatikan dan diusahakan agar cabang seni ini berjalan.

Walaupun ungkapan pikiran dan perasaan manusia melalui lagu-lagu itu banyak sekali macam ragam serta tingkat kejiwaannya, agar lebih mudah dipahami, lagu-lagu wajib yang kita nyanyikan kita kelompokan atas dua macam ungkapan secara garis besar lebih dahulu.

Kemudian untuk mendapatkan dinamik yang tepat, keseluruhan lagu itu harus dianalisis benar-benar, dimana harus lunak, dimana harus keras, dimana harus dilakukan peningkatan atau penyusutan baik mengenai kecepatan maupun volume suara dan sebagainya hingga sesuai dengan ungkapan isi lagu. Demikian pula dengan lagu-lagu legato yang lain seperti lagu-lagu cinta ataupun lagu-lagu sedih, tidak dapat dinyanyikan dengan irama serta nada yang tegap dan mantap seperti menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang bersemangat.

3. Sikap Badan Waktu Bernyanyi
Sikap badan yang baik untuk bernyanyi ialah sikap tentang cara duduk atau cara berdiri yang memberi keleluasaan melakukan pernafasan dalam mempersiapkan udara yang diperlukan. Demikian pula sikap tentang pembentukan suara indah yang diinginkan sehingga dapat mengungkapkan isi lagu yang dinyanyikan baik, dengan yang akan terbayang pada air muka dan sinar mata penyanyinya.

Posisi harus diperhatikan benar dalam bernyanyi sikap badan yang baik waktu bernyanyi adalah sebagai berikut:
• Duduklah dikursi atas bangku bagian depan dengan bobot badan tertumpu pada bagian bawah tulang pinggul yang dinamakan boggol tulang duduk.
• Tarik dan regangkanlah tulang pinggang sehingga tegak lurus, dan otot perut agak dikencangkan sehingga kendur.
• Dada agak dibusungkan sehingga tulang rusuk terangkat sehingga bebas berkembang, dan rongga dada akan bertambah besar.
• Tegakkan kepala, tetapi tetap rileks sehingga kepala dapat berputar dengan mudah.

Diafragma ialah sekat rongga badan yang memisahkan rongga dada dibagian atas badan dengan rongga perut dibagian bawahnya. Diafragma ini terdiri dari jalinan otot lebar mendatar yang kenyal dan kuat dengan permukaan cembung ke atas.

Cara yang lain untuk mendapatkan suara yang bulat penuh itu dapat pula dilakukan sebagai berikut :
• Ucapkan A dengan membuka mulut dan menurunkan rahang bawah. Bagian belakang mulut akan terbuka, dan bagian depan mulutpun terbuka.
• Bentuklah bibir ats dan bawah pada bagian depan muut yang terbuka itu menjadi berbentuk bulat.
• Dengan bentuk mulut bagian depan dan bentuk bibir yang bulat ini, ucapkanlah A kembali dengan demikian bagian belakang mulut terbuka sehinga dapat mengeluarkan bunyi vocal A yang penuh dan bulat. Untuk bunyi vocal a, i, u, e, o dan sebagainya haruslah diusahakan agar tidak terlalu banyak mengubah bentuk mulut seperti pada waktu berbicara, karena dalam bernyanyi haruslah diusahakan mutu suara yang sama untuk bunyi-bunyi vokalnya. Yang perlu diingat adalah agar selama bernyanyi itu tenggorokan harus terbuka.

4. Cara Produksi Nada
Produksi alat-alat musik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sehingga dihasilkan warna suara yang berbeda-beda dengan keinginan yang membunyikannya. Mutu suara yang dihasilkan dalam bernyanyi tergantung kepada cara kita menggunakan teknik untuk pengucapan, resonansi, vibrato, kepanduan nada, ekspresi, dan interprestasi.

Seorang penyanyi yang ingin menyanyikan sebah lagu dengan baik harus lebih dahulu memahami benar isi lagu yang akan dinyanyikannya, dapat mengucapkan kata-katanya sesuai dengan ucapan dalam bahasa yang digunakan, tapi dengan mutu suara yang sama untuk bunyi-bunyi vokalnya.

Resonansi ialah peristiwa diperkerasnya bunyi dari suatu sumber getaran melalui ikut bergetarnya suatu benda atau benda yang benda rongga, serta ikut bergetarnya udara di dalam rongga itu. Alat musik seorang penyanyi terdiri dari selaput suara sebagai sumber bunyi, dan badan dengan rongga dalam kepala, sebagai pengeras suara atau resonator. Resonator yang baik digunakan, terutama untuk anak-anak ialah resonator bagian atas atau resonator kepala. Pada umumnya semua orang dapat benyanyi. Suara yang belum baik dapat diperbaiki dengan mempelajari teknik bernyanyi, berusaha mencari resonansi yang tepat dengan tekun, sampai dapat menghasilkan suara yang bermutu baik.

Vibrato adalah istilah untuk nada (alunan nada) yang dihasilkan dengan teknik memberikan perubahan berkala untuk intensitas, warna dan tinggi nadanya dalam bermain musik/ bernyanyi. Perubahan tinggi nada pada vibrato pemain biola bisanya kira-kira seperempat nada. Vibrato pada penyanyi banyak variasinya. Setelah anak-anak dapat menyanyikan nada-nada dengan tepat barulah dapat diberikan latihan bernyanyi dengan mengunakan teknik-teknik suara bervibrato.

Interpretasi dalam musik ialah hasil penafsiran seorang seniman atau penyanyi tentang sebuah komposisi musik atau lagu yang dibuat seorang komponis. Dengan mengikuti petunjuk berupa tanda-tanda ekspresi dari komponisnya, seorang seniman atau penyanyi dapat mengukapkan sebuah lagu dengan ekspresi yang baik sekali, tetapi mungkin saja interpretasi yang diberikannya belum sesuai dengan isi dan jiwa lagu yang disajikannya.

Sumber : Jamalus. 1998 Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Jakarta: P2LPTK, Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan


0 Responses to “” DASAR-DASAR TEKNIK VOKAL ””



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: